Cara Setting Manajemen Speaker Digital (DLMS) untuk Pemula

DLMS: Otak dari Sound System Modern

Jika mixer adalah pusat pencampuran suara, maka DLMS (Digital Loudspeaker Management System) adalah pusat pengolahan yang memastikan setiap speaker mengeluarkan suara terbaiknya tanpa risiko jebol. Mari kita bedah cara settingnya dari nol.

Mengapa DLMS Begitu Penting?

Dulu, kita butuh rak yang penuh dengan Crossover, Equalizer, Compressor, dan Delay secara terpisah. Kini, semua itu ada di dalam satu unit DLMS. Fungsinya meliputi:

  • Optimalisasi Frekuensi: Memastikan Subwoofer dan Mid-High tidak bertabrakan frekuensinya.
  • Proteksi (Limiter): Menjaga speaker agar tidak putus saat menerima sinyal kejutan.
  • Time Alignment: Menyamakan waktu sampainya suara dari speaker yang letaknya berbeda (misal: Subwoofer di lantai dan Array di atas).

5 Langkah Inti Setting DLMS untuk Pemula

1. Routing & Gain Staging

Sambungkan Output Mixer (L/R) ke Input DLMS. Tentukan jalur output, contoh standar 2-way + Sub:

  • Out 1 & 2: Mid-High (Top Speaker)
  • Out 3 & 4: Subwoofer

Set Gain di angka 0dB sebagai titik awal agar tidak ada distorsi sejak awal rantai sinyal.

2. Setting Crossover (HPF & LPF)

Gunakan filter jenis Linkwitz-Riley (LR) 24dB untuk hasil paling halus. Rekomendasi titik potong:

  • Subwoofer: HPF 30Hz - LPF 90Hz.
  • Top Speaker: HPF 90Hz - LPF (Flat/sesuai driver).

Catatan: Pastikan titik LPF Subwoofer dan HPF Top Speaker bertemu di angka yang sama (misal 90Hz) agar tidak ada frekuensi yang hilang (hole).

3. Parametric EQ (PEQ)

Berbeda dengan EQ grafis, PEQ di DLMS memungkinkan Anda memilih frekuensi spesifik (F), lebar pita (Q), dan Gain. Tips: Lebih baik memotong (cut) daripada mengangkat (boost). Jika ada frekuensi berdengung, cari titiknya dan potong 2-3dB saja.

4. Setting Limiter (Sangat Penting!)

Jangan biarkan DLMS Anda hanya sebagai aksesoris. Atur Threshold Limiter sehingga lampu indikator aktif sesaat sebelum Amplifier Anda mengalami Clip. Ini adalah asuransi terbaik untuk speaker Anda.

5. Delay Alignment

Karena subwoofer biasanya berada di lantai dan speaker array digantung, suara mereka sampai ke pendengar di waktu yang berbeda. Gunakan rumus sederhana: 1 meter ≈ 3 ms delay. Berikan delay pada speaker yang posisinya lebih depan/dekat ke pendengar.


Materi Pendukung Belajar DLMS:
- Memahami Cara Kerja Crossover
- Cara Mengatur Gain dari Mixer ke DLMS
- Routing Monitor via DLMS

Kesimpulan

Setting DLMS bukan tentang angka yang rumit, tapi tentang melindungi speaker dan memberikan kenyamanan di telinga pendengar. Mulailah dengan settingan flat, amankan Limiter, baru lakukan EQ tipis-tipis.

Tips Pro: Selalu simpan (Save) preset Anda setelah selesai setting. Jangan sampai kerja keras Anda hilang saat listrik mati!

Punya kesulitan menentukan titik crossover untuk speaker merk tertentu? Silakan tulis merk speaker dan power Anda di kolom komentar, mari kita diskusikan!

REKOMENDASI UNTUK ANDA:

Komentar