Cara Menggunakan Mixer sound system
Kunci Menguasai Mixer:
Mixer mungkin terlihat rumit dengan ratusan tombol, tapi rahasianya sederhana: Jika Anda memahami alur satu channel, Anda memahami seluruh mixer. Semua channel memiliki fungsi yang identik sebelum akhirnya disatukan di bagian Master.
Cara Menggunakan Mixer Sound System: Panduan Setting Per Channel
Mari kita bedah fungsi tombol pada mixer satu per satu, mulai dari urutan paling atas hingga ke bawah (Fader).
1. Gain (Sensitivitas)
Gain adalah gerbang pertama sinyal masuk. Ini mengontrol sensitivitas input. Jika lampu Peak atau Clip di channel menyala merah, artinya Gain terlalu besar dan suara akan pecah (distorsi). Segera turunkan Gain hingga lampu merah tidak menyala lagi saat suara keras masuk.
2. Mic atau Line Level
Tombol switch ini menentukan jenis perangkat yang Anda colokkan. Gunakan mode Mic untuk mikrofon, dan mode Line untuk perangkat seperti laptop, DVD player, atau keyboard agar level sinyalnya sesuai.
3. Phase (Pembalik Fasa)
Disimbolkan dengan lingkaran yang digaris miring (Ø). Tombol ini membalik polaritas positif ke negatif. Biasanya digunakan jika Anda menaruh dua mic pada satu sumber suara (misal: atas dan bawah snare drum) untuk mencegah suara hilang akibat pembatalan fasa (canceled).
Baca Juga: Mengenal Masalah Out of Phase pada Audio
4. Phantom Power +48V
Tombol ini menyalurkan daya listrik melalui kabel XLR untuk menghidupkan Mikrofon Kondensor (seperti mic podium atau mic paduan suara). Mic dinamik biasa tidak akan rusak terkena Phantom, tapi tetap disarankan untuk mematikannya jika tidak digunakan.
5. Equalizer (EQ)
Bagian ini untuk membentuk karakter suara. Umumnya terdiri dari:
- High (Treble): Mengatur kejelasan suara (clarity).
- Mid: Mengatur vokal atau isi suara agar lebih menonjol.
- Low (Bass): Mengatur ketebalan atau "dentuman" suara.
6. Aux (Auxiliary Send)
Aux digunakan untuk mengirim sinyal ke tempat lain tanpa mengganggu Main Output. Ada dua mode penting:
- Pre-Fader: Volume Aux tidak terpengaruh oleh Fader. Cocok untuk Monitor Panggung.
- Post-Fader: Volume Aux ikut naik-turun bersama Fader. Cocok untuk efek Reverb/Delay eksternal.
7. Pan (Panoramic)
Mengatur posisi suara di speaker kiri (Left) atau kanan (Right). Untuk penggunaan sound system lapangan standar, biarkan posisi Pan tetap di tengah agar suara seimbang di kedua sisi speaker.
8. Tombol PFL (Pre-Fade Listen)
Sangat berguna untuk "mengintip" suara melalui headphone sebelum menaikkan volume fader. Dengan PFL, Anda bisa memastikan mic sudah bunyi dan level Gain-nya pas tanpa suara tersebut keluar ke speaker penonton.
9. Fader (Volume Utama Channel)
Slot geser di bagian bawah untuk mengontrol besar kecilnya volume yang akan dikirim ke Master Output. Naikkan perlahan untuk menjaga keseimbangan antar instrumen.
Materi Dasar Mixer:
- Fungsi Dasar Mixer Audio (Wajib Baca!)
- Tips Setting Aux untuk Monitor & Subwoofer
Kesimpulan
Prinsip dasar mixer analog ini juga berlaku pada mixer digital. Perbedaannya hanya pada cara aksesnya (melalui layar sentuh atau menu). Semakin sering Anda latihan "bermain" dengan tombol-tombol ini, semakin tajam telinga Anda dalam melakukan mixing.
Semoga bermanfaat! Ada bagian tombol di mixer Anda yang tidak disebutkan di sini? Tanyakan di kolom komentar, ya!
Komentar
Posting Komentar
Be smart,be polite,dont do spam act...comment wisely.
Using unknown/anonimous account Will not publish