Fungsi audio processor sound system( aksesoris sound system )
Apa Itu Audio Processor?
Audio Processor adalah rangkaian perangkat (aksesoris) yang berfungsi mengolah, menyaring, dan menyempurnakan sinyal audio dari mixer sebelum dikirim ke power amplifier. Di era modern, fungsi berbagai aksesoris analog kini banyak digantikan oleh satu unit digital yang disebut DLMS (Digital Loudspeaker Management System).
Fungsi Audio Processor Sound System & Jenis Aksesorisnya
Dalam instalasi sound system profesional, output dari mixer tidak langsung dikirim ke amplifier. Sinyal tersebut harus melewati tahap filtrasi agar frekuensinya tertata dan aman bagi speaker. Inilah peran utama dari audio processor atau yang akrab disebut sebagai aksesoris sound system.
4 Jenis Audio Processor yang Wajib Anda Ketahui
Secara garis besar, ada empat perangkat utama yang bekerja sebagai pemroses sinyal:
1. Graphic Equalizer (EQ)
Berfungsi menyeimbangkan frekuensi. Anda bisa melakukan cut pada frekuensi yang menyebabkan feedback atau boost frekuensi yang terasa kurang.
Baca selengkapnya: Fungsi Graphic Equalizer.
2. Active Crossover
Alat ini membagi tugas speaker. Sinyal Low dikirim ke Subwoofer, Mid ke speaker vocal, dan High ke Tweeter. Tanpa crossover, speaker tweeter Anda akan cepat putus.
Baca juga: Memahami Phase Inverse pada Crossover.
3. Compressor / Limiter
Berfungsi "mencegat" lonjakan sinyal yang berlebihan (peak) agar tidak merusak amplifier dan speaker. Teknik pemasangannya biasanya menggunakan metode Insert pada mixer.
4. External Audio Effect
Menambah estetika pada vokal (Reverb, Echo, Delay) agar suara penyanyi terdengar lebih megah dan profesional.
Hati-hati: Audio Processor vs Tone Control Biasa
Di pasaran, banyak perangkat rumahan yang dinamai "Audio Processor" namun sebenarnya hanya Tone Control/Exciter biasa. Untuk kebutuhan profesional (lapangan/gedung), perangkat ini kurang direkomendasikan karena dapat menambah noise dan tidak memiliki fungsi proteksi seakurat perangkat profesional.
DLMS: Solusi Audio Processor di Era Digital
Seiring perkembangan teknologi, keempat alat di atas kini bisa diringkas dalam satu unit bernama DLMS (Digital Loudspeaker Management System). DLMS jauh lebih praktis karena semua pengaturan (EQ, Crossover, Limiter, Delay) dapat disimpan dalam satu preset.
Apakah Anda masih menggunakan sistem aksesoris analog atau sudah beralih ke DLMS digital? Tuliskan pengalaman Anda di kolom komentar!
Oh,saya pikir audio prosesor itu yang ada edge sama bottom nya,ternyata itu cuma merk dagang toh...aslinya prosesor audio itu ya console yang ada dirakit aksesoris yah...makasih om,sangat informatif sekali.
BalasHapusFitur edge dan bottom biasanya ada pada Sonic miximizer atau biasa disebut juga binaural controller....jadi prosessor yang agan maksud sebenarnya hanyalah tune control biasa yang memiliki fitur edge dan bottom...TRIms dah mau berkunjung😊
HapusTanya, pak..sy menggunakan mixer VR8 Pro dan speaker monitor DS5A, kompressor merek apa yg cocok untuk perangkat sy. Mohon pencerahan. Makasih
BalasHapussebelumnya saya mau luruskan,mungkin maksud agan itu soundcard VR8 pro x yah?klo saya kira untuk compressor sih saya belum bisa kasih merk takut dibilang endorse...hehehe....tapi speaker punya om rudi dolphin lumayan juga itu.....maaf om rudi belum bisa kasih kata bagus belum endorse soalnya...wkwkwk.....back to Q....untuk kompressor analog ada baiknya gunakan yang familiar gan agar mudah dalam penyetingan....untuk soundcard saya rasa compressor digital seperti plugin pada softwere juga bisa digunakan kok,dan banyak free plug in softwere dijagad maya bertebaran menunggu untuk ditemukan lho mas....semoga bermanfaat
HapusOm mau tanya, apakah ada pemgaruhnya speaker aktif ditambah dengan audio processor? Atau equalizer, ntah apa bedanya equalizer dan audio processor 😭
BalasHapusSpeaker aktif biasanya sudah ada fitur tone control yang juga dipakai di audio processor,jadi agak boros jika ditambah dengan piranti audio lainnya
Hapus