Fungsi graphic Equalizer audio
EQ: Senjata Rahasia Audio Engineer
Banyak yang menganggap Equalizer hanya untuk menambah bass atau treble. Padahal, fungsi sebenarnya adalah untuk menyeimbangkan akustik ruangan dan melindungi telinga pendengar dari frekuensi yang tajam.
Mengenal Fungsi Graphic Equalizer Audio dan Cara Setting Frekuensinya
Graphic Equalizer adalah perangkat yang memungkinkan kita untuk membagi spektrum suara menjadi pita-pita (band) frekuensi tertentu yang dapat dinaikkan (boost) atau diturunkan (cut). Dengan alat ini, hasil mixing yang keluar dari speaker FOH (Front of House) bisa terdengar seimbang seperti yang kita dengar di headphone.
Fungsi Utama Equalizer dalam Sound System
- Koreksi Akustik Ruangan: Menghilangkan frekuensi yang sering bergaung di ruangan tertentu.
- Feedback Destroyer Alami: Memotong frekuensi spesifik yang menyebabkan suara melengking (feedback).
- Keseimbangan Tonality: Menyeimbangkan output akhir agar tidak terlalu "mendem" atau terlalu "tajam".
- Proteksi Speaker: Memotong frekuensi infra-bass (rendah ekstrem) yang bisa merusak membran speaker.
Bedah Frekuensi Graphic Equalizer 31-Band
Memahami angka-angka pada fader EQ adalah kunci sukses seorang operator. Berikut adalah panduan singkat cara menggunakan frekuensi pada EQ 31-band:
Area Low (Bas)
- 20Hz - 40Hz: Area "Humming" dan getaran liar. Sebaiknya di-cut untuk keamanan subwoofer.
- 50Hz - 80Hz: Area tenaga Kick Drum. Boost sedikit untuk menambah kemegahan dentuman.
- 100Hz - 160Hz: Area "Punch" (pukulan di dada). Jika terlalu banyak, suara akan terasa pekak di kuping.
Area Mid (Vokal & Instrumen)
- 250Hz - 500Hz: Area "Muddy" atau suara seperti di dalam kardus/tong. Sering di-cut agar vokal lebih bersih.
- 800Hz - 1.25kHz: Suara "Kaleng". Cut sewajarnya agar karakter suara lebih solid dan tidak sember.
- 2kHz - 4kHz: Area sensitif manusia. Jika terlalu tinggi, telinga cepat lelah. Ini juga merupakan area utama penyebab feedback.
Area High (Treble)
- 5kHz - 8kHz: Memberikan kejernihan pada vokal. Namun jika berlebih, suara "S" (desis) akan terlalu tajam.
- 10kHz - 16kHz: Area "Air" atau kristal. Memberikan kesan mewah dan gemerincing pada simbal. Boost sewajarnya untuk kesan Hi-Fi.
- 20kHz: Batas pendengaran manusia. Biasanya dibiarkan flat.
Tips Pro:
Dalam menggunakan EQ, gunakan prinsip "Subtractive EQ". Artinya, daripada menaikkan (boost) frekuensi yang kurang, lebih baik menurunkan (cut) frekuensi yang berlebihan. Hasilnya akan jauh lebih bersih dan tidak membuat amplifier panas.
Kapan Menggunakan Graphic EQ?
Gunakan Graphic EQ pada jalur Master Out atau Aux Send (untuk monitor panggung). Untuk pengaturan tiap instrumen secara individu, gunakan Parametric EQ yang ada di setiap channel mixer Anda.
Baca Juga:
- Cara Setting Crossover Setelah EQ
- Teknik Potong Frekuensi untuk Mengatasi Feedback
Kesimpulan
Graphic Equalizer bukan sekadar alat untuk memperkeras suara, melainkan alat untuk merapikan suara. Dengan memahami titik-titik frekuensi di atas, Anda bisa mengatasi masalah ruangan seburuk apa pun dengan lebih percaya diri.
Apakah Anda lebih suka membiarkan EQ dalam posisi flat atau punya settingan "senyum" (smile curve) andalan? Bagikan rahasia Anda di kolom komentar!
REKOMENDASI UNTUK ANDA:
Komentar
Posting Komentar
Be smart,be polite,dont do spam act...comment wisely.
Using unknown/anonimous account Will not publish