Cara setting crossover sound system yang baik

Apa Itu Crossover?

Crossover adalah "polisi lalu lintas" frekuensi. Tugasnya membagi sinyal suara menjadi beberapa bagian (Low, Mid, High) agar setiap driver speaker hanya bekerja pada rentang frekuensi yang mampu dihasilkannya secara optimal.

Cara Setting Crossover Sound System yang Baik (Aktif & DLMS)

Dalam dunia sound system, setting crossover biasanya dilakukan sekali saat kita merakit box speaker baru. Namun, kondisi venue yang berpindah-pindah terkadang memaksa kita untuk melakukan fine-tuning agar suara yang dihasilkan sesuai harapan.

Bayangkan jika sebuah compression driver (tweeter) dipaksa menerima frekuensi rendah (bass). Selain suaranya pecah, umur komponen tersebut tidak akan lama. Inilah alasan mengapa pemahaman tentang crossover sangat vital.


Persiapan: Menentukan Sistem Bi-Amp

Sebelum memutar knob crossover, Anda harus menghitung jumlah power amplifier dan impedansi speaker yang digunakan. Jika Anda bermain secara paralel, pastikan power amplifier mampu menangani impedansi (biasanya hingga 2 ohm atau 4 ohm).

Misal: Anda ingin menggunakan sistem 2-Way + Subwoofer. Saat ini, peran crossover analog banyak digantikan oleh DLMS (Digital Loudspeaker Management System). Kelebihannya, Anda bisa mengatur EQ, Limiter, dan Crossover dalam satu alat.


Langkah 1: Routing Input (Sistem Fullrange)

Gunakan konfigurasi standar untuk hasil terbaik:

  • Input 1 & 2 DLMS: Berasal dari Output Master L/R Mixer Utama.
  • Input Subwoofer (Input 3 DLMS atau Crossover Analog): Sangat disarankan mengambil sinyal dari Aux Out mixer.

Mengapa lewat Aux? Agar suara vokal tidak bocor ke speaker subwoofer (yang bisa menyebabkan feedback low). Pelajari lebih lanjut di artikel Memahami Fungsi Aux Mixer.


Langkah 2: Routing Output & Setting Frekuensi

A. Output Fullrange (Box 3-Way)

Jika Anda menggunakan box 3-way namun ingin menjadikannya fullrange lewat DLMS, Anda bisa memilih sistem output 2-way. Gunakan Output High dengan memainkan rentang frekuensi (High Pass Filter) di angka 60Hz - 80Hz. Ini memastikan semua suara di atas 60Hz keluar ke box 3-way Anda.

B. Output Subwoofer

Untuk subwoofer panggung yang mantap, ikuti langkah ini:

  1. Hubungkan Output Aux Mixer -> Input Graphic Equalizer (sebagai filter tambahan).
  2. Output EQ -> Input Crossover Aktif / DLMS.
  3. Setting rentang frekuensi (Low Pass Filter) di angka 80Hz - 100Hz.

Dengan memotong frekuensi di atas 100Hz, speaker subwoofer Anda akan fokus bekerja di nada rendah yang padat tanpa suara "vokal jauh" yang mengganggu.


Baca Juga Panduan Terkait:
- Urutan Pemasangan Sound System yang Benar
- Perbedaan Crossover Aktif vs Pasif
- Setting Monitor Panggung yang Efektif

Kesimpulan

Setting crossover yang baik bukan soal angka yang "pasti", melainkan menyesuaikan dengan kemampuan driver speaker dan kebutuhan venue. Selalu lakukan checksound setelah melakukan perubahan routing.

Jika Anda merasa suara subwoofer masih terasa "kebalik" atau kurang nendang, pastikan tidak ada masalah fase kabel. Anda bisa melihat panduan saya tentang Pemasangan Jack XLR untuk memastikannya.

Ada pertanyaan mengenai settingan HPF atau LPF yang pas untuk jenis speaker tertentu? Tuliskan merk dan tipe speaker Anda di kolom komentar!


Komentar

Jhen zoe mengatakan…
sangat bermanfaat buat saya om,, saya sound man yg masih dalam tahap belajar untuk proses roting yang benar, saya pake digital mixer Midas x16ch + x over DBX 3way + 2speaker Hi+Mid 15"activ + 2spiker sub 18"activ by Electro Voice
Sound on Mike mengatakan…
Wah...dah lumayan gan...tinggal ambil system' biamp yang sesuai saja itu sih....

Komentar

  1. sangat bermanfaat buat saya om,, saya sound man yg masih dalam tahap belajar untuk proses roting yang benar, saya pake digital mixer Midas x16ch + x over DBX 3way + 2speaker Hi+Mid 15"activ + 2spiker sub 18"activ by Electro Voice

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah...dah lumayan gan...tinggal ambil system' biamp yang sesuai saja itu sih....

      Hapus

Posting Komentar

Be smart,be polite,dont do spam act...comment wisely.
Using unknown/anonimous account Will not publish