Cara setting crossover sound system yang baik
Manajemen Frekuensi Profesional
Crossover bukan sekadar pembagi suara, melainkan pelindung aset investasi speaker Anda. Mengatur frekuensi high di dlms membutuhkan ketelitian ekstra karena menyangkut keselamatan compression driver yang sensitif.
Panduan Lengkap Setting Crossover & Optimasi Frekuensi High di DLMS
Banyak operator pemula yang asal memutar knob atau menggeser parameter tanpa memahami titik potong (crossover point). Padahal, kesalahan kecil pada frekuensi high di dlms bisa berakibat fatal, mulai dari suara yang pecah hingga tweeter yang terbakar (spul putus).
Mengapa Harus Mengatur Frekuensi High di DLMS?
Berbeda dengan crossover analog, mengatur frekuensi high di dlms memberikan Anda kendali penuh atas Slope (kemiringan potongan) dan Gain yang sangat presisi. DLMS memungkinkan kita untuk mengisolasi frekuensi tinggi agar tidak tercampur dengan nada menengah (mid) yang berlumpur.
Langkah Teknis Setting High Filter:
- Penentuan HPF (High Pass Filter): Untuk tweeter standar, mulailah di angka 2.5 kHz hingga 3.5 kHz. Jangan menarik frekuensi high terlalu rendah (misal di bawah 1.5 kHz) karena akan membebani membran tweeter.
- Pemilihan Tipe Slope: Gunakan tipe Linkwitz-Riley 24dB untuk perpotongan yang bersih dan fase yang stabil saat mengatur frekuensi high di dlms.
- Limiter Proteksi: Ini adalah fitur wajib di DLMS. Atur limiter pada output high untuk mencegah sinyal peak yang berlebihan saat acara berlangsung.
Strategi Routing 3-Way (Sub, Low-Mid, High)
Untuk mendapatkan performa maksimal, pemisahan jalur kabel sangat disarankan. Gunakan output khusus untuk subwoofer dan output terpisah untuk mid-high. Saat memproses frekuensi high di dlms, pastikan Anda juga memperhatikan Time Alignment agar suara dari tweeter sampai ke telinga pendengar bersamaan dengan suara dari subwoofer.
Kesimpulan
Mengoptimalkan frekuensi high di dlms adalah kunci untuk mendapatkan suara yang jernih (crispy) tanpa mengorbankan keamanan komponen. Selalu gunakan telinga Anda sebagai hakim terakhir setelah melakukan kalkulasi teknis.
Advanced Guide: Optimizing High Frequency in DLMS
Setting the frekuensi high di dlms (High Frequency in DLMS) requires a balance between sonic clarity and component protection. Unlike analog systems, digital management offers surgical precision.
Technical Checklist:
- Crossover Point: Set your HPF for tweeters typically between 2.5 kHz - 4 kHz depending on the driver's specs.
- Slope Selection: A 24dB Linkwitz-Riley slope is often the best choice for seamless phase alignment.
- Peak Limiting: Essential for protecting delicate compression drivers from unexpected signal spikes.
Properly managing frekuensi high di dlms ensures your system sounds professional and stays durable for long-term use. For more audio insights, check out our AI Audio Blog Revolution.
REKOMENDASI UNTUK ANDA:
sangat bermanfaat buat saya om,, saya sound man yg masih dalam tahap belajar untuk proses roting yang benar, saya pake digital mixer Midas x16ch + x over DBX 3way + 2speaker Hi+Mid 15"activ + 2spiker sub 18"activ by Electro Voice
BalasHapusWah...dah lumayan gan...tinggal ambil system' biamp yang sesuai saja itu sih....
Hapus