Cara Mengatasi Feedback Audio pada Sound System (Panduan Lengkap Operator Sound)
Feedback audio adalah masalah paling sering dialami operator sound, terutama pada acara hajatan, panggung musik, hingga seminar. Suara melengking atau "nyuit" ini bukan hanya mengganggu pendengar, tetapi juga dapat merusak peralatan audio jika terjadi terus-menerus.
Pada artikel ini, Anda akan mempelajari penyebab feedback audio serta cara mengatasinya secara praktis berdasarkan pengalaman lapangan.
Apa Itu Feedback Audio?
Feedback audio adalah kondisi ketika suara dari speaker kembali masuk ke microphone lalu diperkuat kembali oleh sistem audio secara berulang hingga menghasilkan suara melengking.
Masalah ini sering terjadi pada sistem sound lapangan karena penempatan speaker dan microphone yang kurang tepat.
Penyebab Feedback Audio
1. Posisi Speaker dan Microphone Salah
Speaker yang mengarah langsung ke microphone menjadi penyebab utama feedback. Gelombang suara dari speaker akan tertangkap kembali oleh mic.
2. Gain Microphone Terlalu Tinggi
Setting gain berlebihan membuat microphone terlalu sensitif sehingga mudah menangkap suara dari speaker.
3. Pengaturan Equalizer Tidak Tepat
Frekuensi tertentu yang terlalu dominan dapat memicu feedback, biasanya pada frekuensi menengah hingga tinggi.
4. Penggunaan Microphone Berkualitas Rendah
Microphone murah biasanya memiliki pola tangkapan suara yang luas sehingga lebih mudah terjadi feedback.
Cara Mengatasi Feedback Audio
1. Atur Posisi Speaker dengan Benar
- Pastikan speaker berada di depan microphone
- Hindari arah speaker menuju mic
- Gunakan sudut speaker menjauh dari area performer
2. Kurangi Gain Microphone
Gunakan gain secukupnya. Sebaiknya naikkan volume dari mixer utama dibanding menambah gain mic.
3. Gunakan Equalizer untuk Memotong Frekuensi Feedback
Langkah praktis:
- Naikkan volume perlahan sampai muncul feedback
- Cari frekuensi penyebab feedback
- Potong frekuensi tersebut menggunakan EQ
Biasanya feedback muncul pada:
- 2 kHz – 4 kHz (vokal)
- 6 kHz – 8 kHz (suara melengking)
4. Gunakan Microphone Pola Cardioid
Microphone cardioid lebih fokus menangkap suara dari depan sehingga membantu mengurangi feedback.
5. Gunakan Feedback Destroyer atau DSP
Perangkat DSP modern dapat mendeteksi dan memotong frekuensi feedback secara otomatis.
Tips Setting Sound System Anti Feedback untuk Hajatan
- Gunakan speaker monitor secukupnya
- Jangan menempatkan mic dekat speaker
- Gunakan equalizer parametric jika tersedia
- Selalu lakukan sound check sebelum acara dimulai
Kesalahan Operator Sound yang Sering Terjadi
- Menaikkan gain terlalu tinggi
- Menempatkan speaker monitor sembarangan
- Tidak melakukan sound check
- Menggunakan microphone tidak sesuai kebutuhan
Kesimpulan
Feedback audio dapat diatasi dengan pengaturan posisi speaker, pengaturan gain yang tepat, serta penggunaan equalizer yang benar. Operator sound yang memahami teknik dasar ini dapat menghasilkan kualitas suara yang lebih jernih dan profesional.
Pertanyaan Umum Seputar Feedback Audio
Kenapa microphone sering feedback?
Feedback terjadi karena suara speaker masuk kembali ke microphone dan diperkuat berulang oleh sistem audio.
Frekuensi feedback biasanya muncul di berapa Hz?
Biasanya terjadi pada frekuensi 2kHz sampai 4kHz.
Apakah mixer digital bisa mengurangi feedback?
Mixer digital biasanya memiliki fitur DSP dan feedback suppressor sehingga lebih mudah mengatasi feedback.
Apakah microphone cardioid lebih tahan feedback?
Ya, karena pola tangkap suara lebih fokus ke arah depan.
REKOMENDASI UNTUK ANDA:

Komentar
Posting Komentar
Be smart,be polite,dont do spam act...comment wisely.
Using unknown/anonimous account Will not publish