Rahasia Setting Frekuensi Dut Kendang Agar Bulat dan Nendang

Jantungnya Musik Dangdut

Dalam mixing lagu dangdut, kendang adalah instrumen paling vital. Jika suara "Dut" tidak pas, maka ruh musiknya akan hilang. Mari kita bedah di mana sebenarnya letak frekuensi "emas" untuk suara Dut kendang.

Rahasia Setting Frekuensi Dut Kendang Agar Bulat dan Nendang

Di Indonesia, pertunjukan musik dangdut adalah yang paling sering kita temui. Salah satu tantangan terbesar bagi seorang sound engineer adalah menghasilkan suara "Dut" yang empuk, bertenaga, tapi tidak menutupi suara Bass gitar.


Rentang Frekuensi Dasar Dut Kendang

Secara umum, frekuensi utama "Dut" berada di rentang 70 Hz hingga 200 Hz. Area inilah yang memberikan sensasi "tebal" dan menjadi pondasi ritme. Namun, settingan EQ akan sangat bergantung pada sub-genre dangdut yang dimainkan:

1. Dangdut Klasik / Orkes Melayu

Suara cenderung natural dan akustik. Hindari boost berlebihan pada area low. Fokuslah pada kejernihan suara asli kulit kendang. Biasanya area 80-100 Hz hanya diberikan sedikit sentuhan agar suara terasa bulat namun tetap lembut.

2. Dangdut Koplo

Koplo menuntut suara yang lebih agresif atau "nendang". Anda bisa melakukan boost di area 60 Hz - 150 Hz untuk mendapatkan efek boomy yang mantap. Pastikan Anda melakukan cut pada frekuensi rendah di instrumen lain agar suara Dut tidak bertabrakan dengan Kick Drum atau Bass.

3. Dangdut Elektronik (Dansdut)

Mirip dengan karakter EDM, suara Dut seringkali dibantu dengan modul elektronik. Frekuensinya bisa mencapai area sub-bass (40-60 Hz) untuk memberikan getaran yang terasa di dada. Penggunaan DLMS sangat penting di sini untuk mengatur limiter agar subwoofer aman.

4. Dangdut Rock

Karena harus bersaing dengan distorsi gitar dan gebukan drum yang keras, suara Dut perlu memiliki Attack yang kuat. Selain boost di low, berikan sedikit sentuhan di area 2 kHz - 4 kHz agar suara "pukulan tangan" pada kulit kendang lebih terdengar jelas (definisi).


Tips Pro Mixing Kendang:
Gunakan tombol PFL pada mixer untuk mendengarkan suara asli kendang sebelum memberi EQ. Jika kendang aslinya sudah bagus, Anda hanya perlu sedikit polesan.
- Mengenal Tombol PFL & PAD untuk Kendang

Kesimpulan

Frekuensi di atas adalah panduan awal. Hasil akhir tetap bergantung pada kualitas kendang, jenis mikrofon yang digunakan, dan akustik ruangan. Jangan takut untuk bereksperimen, namun pastikan telinga Anda tetap nyaman dan tidak ada suara yang "pecah" (clipping).

Apa kendala terbesar Anda saat menyeting kendang? Suara pecah atau kurang mantap? Mari kita diskusikan di kolom komentar!

REKOMENDASI UNTUK ANDA:

Komentar